Kamis, 19 Februari 2015

Tahun Cahaya: Satua Waktu atau Jarak?

Tahun cahaya, kalau ditilik dari terminologinya memang seakan-akan mengarah pada satuan waktu. Pada kenyataannya, tahun cahaya bukanlah satuan waktu melainkan satuan jarak yang digunakan untuk mengukur jarak benda-benda langit yang jauh.

Bagi kita di Bumi, penanda jarak yang umum dikenal adalah meter, kilometer, mil, inci atau centimeter. Akan tetapi, ketika kita melihat ke langit dan mulai mengukur jarak benda-benda langit, maka kita akan menemukan kalau benda-benda langit itu berada pada jarak yang superrrrrr jauh dari Bumi. Dan jika jarak itu diukur dengan penanda jarak yang dikenal seperti misalnya kilometer maka manusia pasti kebingungan bagaimana menyebutkannya saking banyaknya angka nol.

Contoh, jarak Matahari dengan bintang terdekatnya 40.000.000.000.000 km atau 40 trilyun kilometer. Sementara masih banyak sekali bintang-bintang yang letaknya lebih jauh dari itu. Dan jarak ke galaksi Andromeda adalah 21.000.000.000.000.000.000 km atau 2,1 x 19 km. Bagaimana menyebutnya?

Untuk mempermudah para astronom mengukur jarak, maka para astronom menggunakan satuan lain yang mempermudah kita untuk mengingatnya. Penggunaan satuan kilometer, meter, mil menjadi tidak praktis untuk tetap digunakan sebagai penanda jarak. Pastinya kita akan pusing untuk mengingat 20 digit angka atau menulis angka-angka tersebut.

Maka untuk mengukur jarak yang sangat besar, digunakan satuan tahun cahaya. Cahaya bergerak 299.792.458 meter per detik atau aproksimasinya 300.000 km per detik maka 1 detik cahaya (light second) setara dengan jarak 300.000 km. Bagaimana kalau setahun?


300.000 km/detik x 60 detik/menit x 60 menit/jam x 24 jam/hari x 365,25 hari/tahun = 9.467.280.000.000 km = (9,46 x 1012) km

Maka tahun cahaya didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam waktu satu tahun ketika melewati ruang hampa udara atau setara dengan 9.467.280.000.000 km = (9,46 x 1012 ) km.

Jarak yang sangat jauh tapi lebih mudah untuk diingat. Kita lihat contohnya di bawah ini. Lebih mudah diingat bukan jika menggunakan tahun cahaya?

Bulan = 1,3 detik cahaya
Matahari= 8,3 menit cahaya
Mars = 3.1 menit cahaya
Jupiter = 33 menit cahaya
Pluto = 5,3 jam cahaya
Proxima Cetauri= 4.3 tahun cahaya
Sirius = 8,58 tahun cahaya
Galaksi Andromeda = 2.300.000 tahun cahaya atau 2,3 juta tahun cahaya


Perbandingan jarak benda-benda langit dalam satuan kecepatan cahaya. Kredit: regentsearth.com

Dari definisi tahun cahaya tersebut, ketika seorang pengamat di Bumi melihat sebuah bintang yang jaraknya 10 tahun cahaya maka artinya cahaya yang diterima pengamat saat ini merupakan cahaya yang baru tiba setelah melakukan perjalanan dari bintang dengan jarak tempuh 10 tahun. Atau sederhananya si pengamat di Bumi sedang melihat bintang pada keadaannya 10 tahun yang lalu.


Bintang-bintang dekat. Kredit : WIki

Meskipun di artikel ini ada jarak benda-benda di Tata Surya menggunakan tahun cahaya, pada kenyataannya para astronom ketika mengukur jarak benda-benda di sebuah sistem keplanetan atau jarak benda-benda yang mengitari sebuah bintang mereka mnggunakan satuan astronomi. Hmm apa lagi itu? Singkatnya 1 satuan astronomi didefinisikan dari jarak Bumi – Matahari. Untuk penjelasan satuan jarak yang digunakan dalam astronomi seperti Satuan Astronomi.

sumber: http://langitselatan.com

Apakah Bintang Yang Kita Lihat Setiap Malam Sama?

Kenapa setiap malam kita melihat langit/bintang yang sama, padahal bumi berputar. Apakah bintang nya ikut berputar?

Dan jawabannya adalah tidak benar sama sekali.  Bintang yang kita lihat setiap malam tidaklah sama. Apakah berarti bintang-bintang itu bergerak dan berganti?

                                         star trails. kredit: science blog

star trails. kredit: science blog
Bayangkan tidak ada Bumi ataupun Matahari dan kamu sebagai pengamat langsung melihat ke angkasa berhadapan dengan bintang-bintang di langit. Bintang yang dilihat akan selalu sama di arah manapun. Bintang memang bergerak terhadap bintang lainnya akan tetapi perubahan akibat gerakan itu sangat kecil untuk bisa dikenali oleh manusia dalam jangka waktu kehidupannya.

Tapi ingat, itu pengamat yang langsung menatap angkasa dan tidak berada di Bumi atau planet apapun.

Sekarang, jika pengamat berada di Bumi seperti halnya kita, akankah bintang yang dilihat selalu sama? Jawabannya tidak.

Setiap malam kita dapat melihat ada bintang-bintang baru di ufuk timur saat Matahari terbenam. Kita juga melihat bahwa bintang-bintang di ufuk barat yang kita amati pada malam sebelumnya tidak dapat kita amati lagi. Dan ketika bintang-bintang yang ada di langit malam terbenam, yang lain pun terbit. Perlu diingat juga, bintang yang dilihat pengamat di belahan bumi utara dan selatan juga berbeda.

Bintang yang dilihat pengamat akan tampak bergerak melintasi langit sepanjang malam dan terus melintasi langit di siang hari meskipun tak dapat dilihat oleh manusia dan akan kembali di lokasi yang relatif sama di malam hari di waktu yang sama keesokan harinya.  Tapi kalau pengamatan dilakukan dalam jangka waktu yang lebih lama, pengamat akan melihat kalau lokasi bintang dan kelompoknya itu bergeser dan ada kelompok bintang baru yang tampak di langit pada waktu tersebut.

Mengapa demikian?

Penyebab bintang-bintang tampak bergerak di langit malam adalah gerak rotasi Bumi. Perputaran Bumi pada porosnya inilah yang menyebabkan pengamat di Bumi melihat bintang-bintang melintasi angkasa terbit dan terbenam seperti layaknya Matahari dan Bulan. Bumi menyelesaikan putaran 360° pada porosnya setiap 23 jam 56 menit sehingga bintang pun tampak berputar dan bergerak. Jika dilihat dari kutub maka Bumi akan tampak berputar berlawanan arah jarum jam, dan bintang-bintang akan tampak bergerak dari timur ke barat. Tapi bagi pengamat di kutub, bintang akan tampak berputar di langit tidak pernah mencapai horison sehingga tidak akan mengalami terbit dan tenggelam. Bintang-bintang seperti ini disebut bintang sirkumpolar.

Lakukan percobaan ini!


Keluar dan amatilah langit. Pilih beberapa bintang atau satu rasi bintang tertentu dan petakan pada kertas. Amati sepanjang malam dan lihatlah pergerakan bintang-bintang itu. Lakukan pengamatan secara rutin pada waktu yang sama selama beberapa hari berikutnya dan bandingkan gambar yang dibuat setiap melakukan pengamatan. Pada jam yang sama, bintang yang dilihat “hampir tidak mengalami perubahan posisi” tapi sepanjang malam, sang bintang bergerak dari timur ke barat.

Sekarang, lakukan pengamatan pada jam yang sama beberapa bulan kemudian.  Pengamat akan menemukan kalau bintang-bintang yang dilihat dulu sudah berpindah lokasi atau bahkan sudah tidak tampak lagi di langit malam digantikan kelompok bintang yang berbeda.  Hal ini disebabkan oleh gerak Bumi mengelilingi Matahari.  Bumi membutuhkan waktu satu tahun untuk mengelilingi Matahari, dan selama setahun tersebut, pengamat di Bumi akan melihat kelompok bintang atau konstelasi bintang yang berbeda.

Jadi perputaran Bumi pada dirinya sendiri menyebabkan pengamat di Bumi melihat bintang bergerak sepanjang malam dan perputaran Bumi mengelilingi Matahari memberi kesempatan pada pengamat di Bumi untuk mengamati porsi langit malam yang berbeda-beda.

sumber: http://langitselatan.com

Apa Itu Hari Surya dan Hari Sideris ?


Mengenal Hari Surya dan Hari Sideris


Bumi – Credit: 8planets.co.uk
Penulis: Arief Rizqianto A

Sumber Inspirasi - Berapa lama waktu yang diperlukan bumi untuk berotasi? Anda mungkin akan menjawab 24 jam karena jam anda menunjukkan demikian, padahal sebenarnya waktu yang diperlukan bumi untuk berotasi satu kali adalah 23 jam 56 menit. Lebih cepat 4 menit dari jawaban anda sebelumnya. Berarti dalam satu bulan sudah ada selisih 2 jam, dong? Lalu apabila lebih cepat 4 menit mengapa siang hari masih jam 12 dan pagi hari jam 6?

Nah, mungkin anda akan bingung. Sebenarnya, dari yang saya bahas diatas itu hampir semuanya benar kecuali satu hal, yaitu patokan. Waktu selama 24 jam atau 23 jam 56 menit disana patokannya apa? Sama halnya seperti kita yang sedang menghitung waktu yang diperlukan untuk berlari mengitari lapangan, kita harus memiliki patokan awalnya dan patokan akhir yaitu garis startdan garis finish. Begitu pula dengan menghitung waktu yang diperlukan Bumi untuk berotasi atau berevolusi, kita harus menggunakan patokan. Biasanya untuk mengetahui waktu yang diperlukan untuk bergerak dalam lintasan melingkar, maka posisi patokan awal dan akhirnya adalah sama.

Nah satu hari sama dengan 24 jam yang kita biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari – hari menggunakan matahari sebagai patokannya sehingga disebut hari surya sedangkan satu hari sama dengan 23 jam 56 menit menggunakan bintang sebagai patokannya sehingga disebut hari bintang atau hari sideris.

Satu hari surya didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan Matahari untuk bergerak dari suatu titik ke titik itu lagi. Sebagai contoh, saya akan menghitung waktu yang diperlukan Matahari yang sedang berada di atas kepala saya sampai ia kembali lagi berada di atas kepala saya. Inilah yang dinamakan satu hari surya. Waktu yang diperlukan matahari untuk kembali ke titik semula adalah 24 jam, waktu yang sama persis kita gunakan dalam kehidupan sehari – hari. Hal tersebut menyebabkan pagi hari di rumah kita tetap jam 6 dan siang hari tetap jam 12.

Selanjutnya adalah hari sideris atau hari bintang. Satu hari sideris sebenarnya mirip dengan hari surya. Perbedaannya hanya di patokannya saja. Apabila hari surya menggunakan Matahari sebagai patokannya, maka hari sideris menggunakan bintang sebagai patokannya. Sehingga definisi dari satu hari sideris adalah waktu yang diperlukan suatu bintang untuk bergerak dari suatu titik ke titik itu lagi. Contohnya mirip seperti hari surya, hanya saja yang diamati bukanlah Matahari melainkan bintang. Waktu yang diperlukan bintang untuk kembali ke titik semula adalah 23 jam 56 menit, lebih cepat empat menit dari hari surya. Hari sideris jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari – hari namun sering digunakan oleh astronom untuk menentukan posisi benda langit.

Perbedaan waktu antara hari sideris dengan hari surya bukan dikarenakan Bumi galau sehingga timbul perbedaan waktu melainkan diakibatkan karena Bumi berevolusi.
Berikut gambar yang dapat menjelaskan situasi tersebut.



rotasi dan revolusi Bumi – Credit: langitselatan.com

Sebagai contoh, pada pukul 12:00:00 kita mengamati Matahari dan sebuah bintang yang posisinya berada dibelakang Matahari, kita anggap mereka tepat berada di atas kepala kita. Lalu setelah bergerak selama 23 jam 56 menit 4 detik (pada gambar pukul 11:56:04) Bumi sudah bergerak satu hari sideris. Bintang tersebut sudah berada di atas kepala kita namun Matahari tidak demikian. Kita masih memerlukan waktu sekitar 4 menit lagi agar Matahari tepat berada kembali di atas kepala kita.

Sekarang dapatkah anda mengerti mengapa timbul perbedaan waktu antara hari surya dengan hari sideris? Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa satu hari surya adalah periode rotasi Bumi dimana Matahari sebagai patokannya yaitu selama 24 jam. Sedangkan satu hari sideris adalah periode rotasi Bumi dimana bintang sebagai patokannya yaitu selama 23 jam 56 menit. Lebih cepat 4 menit dari hari surya. Dalam satu bulan, perbedaan waktu antara hari surya dan hari sideris sudah 2 jam. Itu artinya apabila kita menggunakan hari sideris, siang hari tidak selalu jam 12 dan pagi hari tidak selalu jam 6.

sumber: http://sayogand.blogspot.com

Memori Jangka Panjang? Bagaimana Cara Melatihnya?

Bagaimana Cara Melatih Memori Jangka Panjang?

                             
sumber gambar: www.faktailmiah.com

Sumber Inspirasi
- Beberapa waktu yang lalu ada Sahabat Inspiratif yang bertanya melalui grup Komunitas Sahabat Inspiratif,

"Gimana ya cara melatih kemampuan mengingat jangka panjang?"

Jawaban:

Menarik sekali untuk kita bahas, mengingat banyak sekali masyarakat yang salah paham mengenai ingatan jangka panjang.

Sekarang izinkan saya untuk bertanya,

Bisakah ingatan jangka panjang dilatih?

Tidak.

Ya, ingatan jangka panjang tidak bisa dilatih agar semakin panjang memorinya. Yang bisa dilatih adalah kemampuan mengingat.

Ingatan dapat diibaratkan kartu memori ponsel. Bisakah diperbesar kapasitasnya? Tidak. Tetapi bisakah kita usahakan agar masa pakainya awet dan tetap "segar" walau sudah bertahun-tahun? Bisa.

Itulah yang bisa kita lakukan, yakni mempertahankan agar kemampuan memori kita tidak menurun seiring bertambahnya usia. Bagaimana caranya?

Pertama, biasakan untuk mengingat. Setiap malam, ingatlah kembali apa yang Anda telah lakukan seharian. Setiap berkenalan dengan seseorang, ingatlah namanya. Setiap tahun, ingatlah apa saja yang telah Anda capai.

Kedua, rajin-rajinlah membaca buku. Otak kita memiliki 100 milyar sel bernama neuron. Seluruh sel ini saling berhubungan satu sama lain ketika kita lahir. Namun sayangnya, secara alamiah "kabel" penghubung antar sel otak ini putus satu persatu jika kita tidak berpikir. Jika berpikir, kabel penghubung ini bisa terus tersambung. Jadi, isilah waktu luang Anda dengan cara membaca buku, bermain catur, serta kurangi melamun dan bergosip.

Ketiga, rutin berolahraga. Kedengarannya lucu, tetapi ini fakta. Orang yang rutin berolahraga memiliki detak jantung yang sehat. Detak jantung yang sehat akan membuat darah pembawa oksigen bergerak dengan lancar ke otak. Dengan begitu, otak pun dapat bekerja dengan lebih baik saat mengingat informasi.

Demikian jawaban dari saya, semoga bermanfaat, salam Sahabat Inspiratif!