Kamis, 27 November 2014

Reruntuhan Aneh Pada Abad 20

Ada sesuatu yang menakutkan serta menyedihkan terhadap rumah tuan yang ditinggalkan, situs bangunan yang belum diselesaikan, ataupun senjata luar angkasa eksperimental raksasa yang berkarat dari waktu ke waktu. Beberapa reruntuhan aneh abad ke-20 ini akan membuat Anda cukup merasa aneh, dan bertanya-tanya, mengapa orang-orang membuat bangunan tersebut.


Mansion Hollywood Hitler

Pada tahun 1930-an, kelompok Nazi Amerika yang bernama Silver Shirts yakin bahwa Hitler nanti akan menang dan akan menguasai dunia. Kelompok yang dipimpin oleh tuan tanah kaya, Norman dan Winona Stephens, serta ahli waris tambang Jessie Murphy, menghabiskan sekitar USD 66 juta untuk membeli property dari actor koboi legendaries, Will Rogers. Kelompok ini berharap bahwa Hitler akan menggunakan rumah peternakan yang dibeli itu sebagai rumahnya, dan menyebarkan pesannya keseluruh Amerika.

Tentu saja, tempat ini dibuat sedemikian rupa dan menjadi tempat penyimpanan bom yang dijaga oleh orang-orang bersenjata, serta pembangkit tenaga listrik disel. Rencana mereka pada akhirnya gagal setelah Pearl Harbor, saat FBI mengepung tempat ini dan menangkap 50 anggota Silver Shirts.


Senjata Luar Angkasa Barbados



Pantai platinum Barbados yang terkenal memiliki beberapa real estate paling mahal di dunia, diisi dengan hotel, villa serta tempat penyewaan jet ski. Tempat ini juga menjadi situs eksperimen sejata super. Project HARP adalah proyek gabungan Kanada-Amerika untuk membangun senjata raksasa yang mampu menembakkan proyektil keluar angkasa. Proyek ini dipimpin oleh Dr. Gerald Bull, insinyur kontroversial kanada yang terobsesi membangun senjata raksasa.

Kapanpun senjata ini ditembakkan, akan terjadi gempa diseluruh panta selatan pulau tersebut, cukup keras sehingga terkadang merusak rumah-rumah sekitarnya. Pada akhirnya, pendanaan senjata ini dihentikan pada tahun 1968, saat Amerika Serikat menyadari ada cara yang lebih mudah untuk meluncurkan benda-benda keluar angkasa.


Sathorn Unique


pada awal 90-an, ekonomi Thailand meledak, dan ada banyak sekali Derek-derek bangunan di jalan-jalan Bangkok. Pengembang berpengaruh mendirikan gedung-gedung pencakar langit yang dimaksudkan untuk menyimbolkan Thailand baru yang makmur.

Tetapi ternyata, ada beberapa bangunan baru yang dibuat dengan fondasi yang “rapuh.” Pada tahun 1997, krisis finansial Asia menghajar ekonomi Thailand, dan menghancurkan proyek skala besar bangunan-bangunan tersebut. Diantara “korban” dari krisis ini adalah menara raksasa Sathorn Unique. Menara ini dibangun dan diperuntukkan sebagai apartemen mewah dan juga kompleks kantor, serta memamerkan desain bulat yang cukup unik, berdasarkan ratusan balkon putih yang bersinar.

Saat mata uang Thailand jatuh, pembangunan menara ini dihentikan, dan sampai 2013, bangunan dengan 49 lantai ini menjadi bangunan tua yang ditinggalkan, ditengah-tengah Bangkok. Dikatakan bahwa struktur bangunan ini sangat tidak stabil, serta lubang yang ada pada lantai-lantainya membuat kunjungan ke bangunan ini akan mengancam nyawa. Dan ternyata, beberapa dari 649 apartemen yang ada pada bangunan ini diisi dengan boneka manekin menakutkan, tanpa alasan yang jelas.

0 komentar:

Posting Komentar